polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138
akun pro rusia
slot demo
lambe77
disko69
dino69
lambe77
lambe77
wibu69
dino69
dino69
pargoy88
slot server thailand
disko69
zoro77
dino69
dino69
slot gacor
slot vietnam
March 3, 2024

Yijin 007

Infromasi Hari ini 7 News

Dibumbui Gol Kontroversial PSG, Bos Newcastle Kecewa: Itu Harusnya Bukan Penalti

0 0
3 min read
0 0
Read Time:2 Minute, 58 Second

Bola.net – Eddie Howe merasa kesal setelah Paris Saint-Germain menggagalkan kemenangan Newcastle di Liga Champions yang tak ternilai harganya dengan sebuah penalti di masa waktu tambahan yang mengundang kontroversial.

The Magpies harus puas berbagi angka saat melawat ke markas PSG pada matchday 5 Grup F Liga Champions 2023/24. Bertanding di Parc des Princes, Rabu (29/11/2023) dini hari WIB, kedua tim bermain sama kuat dengan skor 1-1.

Tim tamu memimpin dahulu pada pertengahan babak pertama lewat gol dari Alexander Isak, gol pertamanya di Liga Champions pada musim ini. Kemudian, Les Parisiens berhasil membalas lewat penalti dari Kylian Mbappe di masa waktu tambahan.

Dengan hasil ini, baik PSG maupun Newcastle, masing-masing berada dalam bahaya namun prospek mereka terlihat jauh lebih baik. Mereka memiliki tujuh poin dari lima pertandingan dan akan menghadapi Borussia Dortmund yang telah lolos (10) di pertandingan terakhir mereka. Kemenangan di Jerman akan memastikan tempat PSG di babak 16 besar.

Simak komentar Eddie Howe di bawah ini.

1 dari 4 halaman

Kecewa Keputusan Wasit

Sejatinya, Newcastle nyaris memenangkan pertandingan hingga wasit asal Polandia, Szymon Marciniak, menghadiahkan tendangan penalti kepada Tino Livramento setelah tinjauan VAR.

Pasca pertandingan, Howe mengungkapkan kekecewaannya kepada sang pengadil lapangan yang menurutnya tidak mampu mengendalikan tekanan. Akibatnya, timnya kehilangan dua poin berharga.

“Ya, tentu saja. Itu [penalti] bukan keputusan yang tepat menurut saya,” ucap Howe.

“Ada begitu banyak hal yang harus dipertimbangkan pada saat itu, pertama-tama adalah kecepatan. Itu adalah sebuah pantulan yang ketika diperlambat, terlihat sangat berbeda dengan tayangan langsung.

“Bola mengenai dadanya terlebih dahulu, naik dan mengenai tangannya. Namun tangannya tidak berada dalam posisi yang tidak wajar, [tangannya] berada di bawah di sisinya, namun ia sedang berlari.

“Saya merasa itu adalah keputusan yang buruk dan sangat membuat kami frustrasi karena Anda tahu betapa sedikitnya waktu yang tersisa dalam pertandingan. Tidak ada yang bisa kami lakukan sekarang.”

2 dari 4 halaman

Akui Kewalahan

Tuan rumah telah melakukan cukup banyak hal untuk mencetak gol setelah mencatatkan 32 tembakan melawan Newcastle, namun jauh dari kata mengancam gawang Nick Pope.

Hanya tujuh dari tembakan mereka yang tepat sasaran, namun Howe tetap mengakui bahwa keunggulan timnya perlahan-lahan terkikis selama babak kedua.

“Ketika kami unggul 1-0, saya berharap kami akan mencetak gol kedua, namun hal itu tidak terjadi di babak kedua,” ujarnya.

“Kami terlihat lelah dan mereka menguasai banyak bola dan kemudian saya pikir para pemain menerima bahwa kami harus bertahan dengan baik. Kami harus melindungi gawang kami seperti hidup kami bergantung padanya dan saya pikir kami melakukannya.

“Kami melewatkan beberapa peluang dan Anda tidak dapat menyangkal hal tersebut, namun saya pikir, dengan situasi kami saat ini, mereka akan selalu memiliki peluang di babak kedua.”

3 dari 4 halaman

Jalani Partai Hidup Mati

Atas hasil seri ini, Newcastle harus mengalahkan AC Milan di kandang sendiri pada tanggal 13 Desember dan berharap PSG tidak meraih kemenangan tandang atas Borussia Dortmund untuk dapat lolos.

“Ya, saya pikir itu benar. Dalam beberapa hari ke depan, hal itu akan menjadi lebih relevan dalam pikiran kami, saya pikir.

“Ketika hasil undian keluar, itu adalah ‘grup maut’ dan saya tidak berpikir banyak orang memberi kami peluang untuk lolos dari sana dan duduk di sini sekarang, saya sedikit frustasi karena itu tidak ada di tangan kami karena ketika saya melihat kembali ke dua pertandingan Dortmund, saya merasa kami bisa melakukan yang lebih baik dalam pertandingan itu.

“Saya rasa ini bukan waktunya untuk itu, saya rasa ini mungkin waktunya untuk bersikap positif dan mengatakan bahwa jika kami bisa mengalahkan Milan, maka hal-hal baik bisa terjadi dari situ.”

Sumber: CBS Sports

Penulis: Yoga Radyan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.